Senin, 23 Juli 2012

TEKNIK PENGELASAN KAPAL JILID 1 SMK, 96-100


TEKNOLOGI LAS KAPAL

96
3. Perpanjangan Sertifikat
(1) Perpanjangan sertifikat dapat dilakukan tanpa uji ulang bila :
a. Pekerjaan las sesuai dengan kualifikasi yang tercantum
dalam sertifikat, harus dilaksanakan secara kontinu dibawah
pengawasan surveyor BKI dan supervisor galangan dan
tidak boleh terhenti selama 3 (tiga) bulan.
b. Paling kurang untuk setiap 3 (tiga) bulan harus ada hasil
pengelasan seauai kualifikasi juru las yang bersangkutan,
pengelasannya harus diuji radiografi.
Dalam radiografi harus tercantum :
�� Nama juru las, nama galangan / welding shop, tanggal
radiografi, nama kapal / barang yang diuji, tebal pelat,
posisi pengelasan sesuai kualifikasi yang diuji.
�� Sebelum berakhir masa berlaku sertifikat, pemakai jasa
/ galangan harus membuat laporan pekerjaan juru las
berdasarkan catatan pekerjaan (welding record) dari
tiap juru las yang ditandatangani oleh suoervisor
galangan / welding shop dan disahkan oleh surveyor
BKI . Laporan tersebut harus dikirim ke BKI untuk
dievaluasi.
Laporan pekerjaan juru las harus berisi :
Nama juru las, tanggal pekerjaan las, nama kapal /
barang yang dilas, posisi pengelasan serta dilampiri film
radiografinya. Jika hasil eveluasi dari laporan pekerjaan juru
las serta film radiografi memenuhi persyaratan, maka akan
dikeluarkan perpanjangan sertifikat ketrampilan juru las
untuk masa berlaku 2 (dua) tahun.
(2) Jika syarat tersebut tidak dilaksanakan atau hasil evaluasi dari
laporan pekerjaan juru las dan film radiografi tidak memenuhi
persyaratan maka harus dilakukan uji ulang.
TEKNOLOGI LAS KAPAL
97
1.5.2.2. Posisi pengelasan
Tabel I.17 Jenis Pengelasan dan Posisi Las
Jenis Pengelasan
Simbol
Posisi
BKI EN 287-2
Pelat
(Plate)
Las tumpul
(butt weld)
1G PA Datar
2G PC Horisontal
3G PG Vertikal ke atas
(v-d)G PF Vertikal ke bawah
4G PE Atas kepala
Las sudut
(fillet weld)
1F PA Datar
2F PB Horisontal
3F PG Vertikal ke atas
(v-d)F PF Vertikal ke bawah
4F PD Horisontal atas kepala
Pipa
(Pipe)
Las tumpul
(butt weld)
1G PA
Pipa : berputar
Sumbu : horisontal
Las : datar
2G PC
Pipa : tetap
Sumbu : vertikal
Las : horisontal vertikal
5G PG
Pipa : tetap
Sumbu : horisontal
Las : vertikal ke atas
(v-d)G PF Pipa & Sumbu : sama dng 5G
Las : vertikal ke bawah
6G H-LO 45
Pipa : tetap
Sumbu : miring
Las : ke atas
(Pipa miring tetap (450+50) dan
tidak berputar)
Las sudut
(fillet weld)
1F PA
Pipa : tetap
Sumbu : miring
Las : datar
(Pipa miring tetap (450+50) dan
tidak berputar)
2F PB
Pipa : tetap
Sumbu : vertikal
Las : vertikal horisontal
3F PF
Pipa : tetap
Sumbu : horisontal
Las : vertikal ke atas
(v-d)F PG Pipa & Sumbu : sama dng 3F
Las : vertikal ke bawah
4F PD
Pipa : tetap
Sumbu : horisontal
Las : vertikal ke atas
TEKNOLOGI LAS KAPAL
98
1.5.2.3. Gambar Posisi Pengelasan
1. PELAT
(1) Las tumpul (Butt weld)
Posisi 1G Posisi 2G Posisi 3G Posisi (v-d)G Posisi 4G
Datar Horisontal Vertikal ke atas Vertikal ke
bawah Atas kepala
(2) Las sudut (Fillet weld)
Posisi 1F Posisi 2F Posisi 3F Posisi (v-d)F Posisi 4F
Datar Horisontal Vertikal ke atas Vertikal ke
bawah Atas kepala
2. PIPA
(1) Las tumpul (Butt weld)
Posisi 1G Posisi 2G Posisi 5G Posisi (v-d)G Posisi 6G
Pipa : berputar
Sumbu: horisontal
Las : datar
Pipa : tetap
Sumbu: vertikal
Las : horisontal
vertikal
Pipa : tetap
Sumbu: horisontal
Las : vertikal
ke atas
Pipa : tetap
Sumbu: horisontal
Las : vertikal
ke bawah
Pipa : tetap
Sumbu: miring
Las : ke atas
TEKNOLOGI LAS KAPAL
99
(2) Las sudut (Fillet weld)
Posisi 1F Posisi 2F Posisi 3F Posisi 3F Posisi 4F
Pipa : berputar
Sumbu: horisontal
Las : datar
Pipa : tetap
Sumbu: vertikal
Las : horisontal
vertikal
Pipa : tetap
Sumbu: horisontal
Las : vertikal
ke atas
Pipa : tetap
Sumbu: horisontal
Las : vertikal
ke bawah
Pipa : tetap
Sumbu:vertikal
Las : horisontal
atas kepala
I.5.3. Supervisi Las
Peranan Supervisor pengelasan dalam aktifitas proses produksi
sangat besar perannya, terutama terkait dengan kelancaran proses
produksi dan kualitas hasil produksinya khususnya hasil pengelasan
sampai diterima oleh quality Control, Class dan Owner Surveyor (OS).
Oleh karena itu setiap Supervisor harus memahami:
�� Persiapan sebelum kerja
�� Aliran proses produksi dan
�� Pengendalian kualitas dari hasil kerja / produk las-lasan yang
dihasilkan , termasuk norma-norma yang harus diikuti .
Di dalam hal ini seorang Supervisor pengelasan perlu
memperhatikan kualitas hasil kerja / produk las yang dihasilkan agar
dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan serta mengendalikan
terhadap kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja.
Dengan mengikuti standar prosedur operasional yang berlaku
ditempat kerja maka diharapkan para Supervisor dapat memahami dan
melaksanakan peranannya untuk mengendalikan proses produksi untuk
mencapai kualitas yang baik, biaya yang efisien dan penyerahan hasil
kerja sesuai target serta memperhatikan keselamatan dan kesehatan
kerjanya.
(1) Tugas Supervisor
�� Sebagai perencana dan pengawas kerja bagi bawahannya serta
pelaksana konsep kerja atasannya.
�� Mengelola sumber daya yang ada secara tepat & menguntungkan
TEKNOLOGI LAS KAPAL
100
�� Sebagai mediator antara pekerja dan manajemen baik bersifat
kewajiban dan hak pekerja
�� Mengawasi atas pekerjaan sekaligus pekerjanya
(2) Tugas & Tanggung Jawab Supervisor Las
�� Mampu menginterprestasikan gambar dan spesifikasi
�� Memeriksa material dan spesifikasi untuk plat dan konsumabel
memeriksa peralatan las
�� Memeriksa persiapan sambungan (permukaan)
�� Memeriksa penyetelan sambungan
�� Mengikuti test NDT dan DT serta memahami hasil pengetesan
�� Memeriksa cacat pada base metal (plat, pipa, profil, tempa, cor)
�� Memahami wps yang digunakan
�� Memahami jenis jenis kualifikasi welder & operator
�� Memelihara catatan dan laporan
(3) Kualifikasi untuk Menjadi Seorang Supervisor Las
�� Kondisi phisik yang baik
�� Penglihatan yang baik mental yang professional
�� Mempunyai pengetahuan tentang pengelasan
�� Mempunyai pengetahuan tentang gambar, spesifikasi dan prosedur
�� Mempunyai pengetahuan tentang metoda pengetesan
�� Mempunyai pengetahuan untuk memelihara catatan
�� Mempunyai pengalaman mengelas
�� Mendapatkan pendidikan dan pelatihan dasar teknik las dan metalurgi
�� Mempunyai pengalaman dibidang pemeriksaan
(4) Kode Etik Seorang Supervisor Las
�� Integritas yang tinggi (kejujuran)
�� Tanggung jawab dengan tugasnya
�� Tidak boleh dipengaruhi oleh kepentingan sepihak dalam membuat
suatu keputusan, pernyataan, mengkritisi dalam membuat argumen
�� Harus menghindari conflict of interest
�� Tidak ada tawar menawar
�� Menjadi seorang praktisi yang mewakili perusahaan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

POSTINGAN POPULER

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Press Release Distribution